Surabaya, 2 Mei 2026 – PMII Rayon Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Komisariat UIN Sunan Ampel Cabang Surabaya memulai babak baru kepemimpinan. Pelantikan pengurus masa bakti 2026–2027 dilakukan langsung oleh Ketua PMII Cabang Surabaya, Sahabat Matluk, berjalan penuh khidmat di Auditorium Kampus 1 UIN Sunan Ampel Surabaya pada Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini juga diisi dengan Talkshow Pergerakan yang mengangkat tema “Rekonstruksi Gerakan Kader Melalui Sinergi Ideologis dan Intelektual Menuju PMII yang Progresif”.
Acara dimulai pukul 10.37 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya serta Mars PMII. Suasana haru sekaligus penuh semangat menyelimuti ruangan saat jajaran pengurus baru mengikrarkan sumpah jabatan di hadapan pengurus cabang dan para alumni demisioner.
Ketua Rayon terpilih, Ahmad Syaviq dalam sambutan perdananya menekankan pentingnya sinergi dan nalar kritis bagi kader PMII, terutama di latar belakangi dari sosial-politik.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian wajah, melainkan momentum penguatan ideologi dan intelektual. Sebagai mahasiswa sosial-politik, kita dituntut tidak hanya pandai berteori, tapi juga mampu menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat,” ujar Ahmad Syaviq.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KOPRI terpilih, Nazilatus Sholikhah, turut menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran kader perempuan dalam tubuh organisasi. Ia menegaskan bahwa KOPRI harus hadir secara nyata melalui penguatan kapasitas intelektual kader, pembangunan solidaritas yang sehat, serta keberpihakan terhadap isu-isu ketidakadilan gender. Menurutnya, gerakan KOPRI harus diwujudkan melalui langkah konkret di ruang kaderisasi, advokasi, dan sosial sebagai bentuk kepemimpinan perempuan yang progresif dan transformatif.
Usai prosesi pelantikan, panitia melanjutkan agenda dengan sesi Talkshow Pergerakan yang menghadirkan narasumber berkompeten, Dr. H Thoriqul Haq, M.ML, M.MB., Ph.D., selaku Ketua IKA PMII Jawa Timur. Diskusi berlangsung hangat, membahas mengenai kemana arah gerak kader-kader PMII, penguatan soft skill kepemimpinan, hingga peran strategis organisasi mahasiswa dalam menjaga demokrasi di tingkat akar rumput.
Dr. H Thoriqul Haq, M.ML, M.MB., Ph.D. menyampaikan bahwa kader PMII harus melek terhadap literasi dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar organisasi, sebagai kader harus rajin dan berjiwa intelektual tinggi apalagi di latar belakangi dengan sosial-politik yang menjadikan senjata harus lebih dari mereka. “Dunia berubah cepat, kader rayon ilmu sosial dan ilmu politik harus menjadi subjek, bukan sekadar objek dari perubahan tersebut,” pesannya.
Acara yang dihadiri oleh para kader dan alumni PMII ditutup dengan doa dan sesi foto bersama sebagai simbol solidaritas. Dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, PMII Rayon Ilmu Sosial dan Ilmu Politik diharapkan dapat terus konsisten dalam melakukan kaderisasi yang inklusif serta progresif di lingkungan kampus dan menjadikan kader-kader yang militan dan bermanfaat di berbagai bidangnya.
Penulis : M. Keysa Azril Alwany
